Breaking News
light_mode
Home » Opini » 25 Tahun Banten, Sebuah Catatan Kritis!

25 Tahun Banten, Sebuah Catatan Kritis!

  • account_circle Rls/Egi Hendrawan
  • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
  • visibility 185
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Banten, 4 Oktober 2025| Banten merupakan wilayah barat paling ujung di pulau jawa, dalam sejarahnya Banten sangat sentral, dan menjadi gerbang perdagangan pada masa kesultanan, kolonial, perjuangan, hingga modern hari ini. Roda perekonomian terutama perdagangan menjadikan kemajuan untuk Banten kedepannya. Namun, realitas yang ada, menjadikan Banten masih banyak hal yang harus dibenahi hingga ke akar rumputnya.

Tanggal 4 Oktober tahun 2000 menjadi tonggak sejarah baru bagi masyarakat Banten. Setelah sekian lama berada di bawah naungan Jawa Barat, Banten akhirnya resmi berdiri sebagai provinsi sendiri. Dua puluh lima tahun berlalu, sudah seperempat abad usia yang seharusnya menjadi waktu cukup panjang untuk menakar sejauh mana janji-janji awal kemajuan itu benar-benar terwujud. Namun, di tengah hiruk pikuk masyarakat Banten hari ini, pertanyaan yang muncul adalah sudahkah Banten benar-benar maju dan sejahtera sebagaimana cita-cita awal pendiriannya?

Seperempat abad bukan waktu yang singkat. Seharusnya, ini menjadi momentum untuk merayakan berbagai capaian dan kemajuan. Namun, ketika kita menengok kembali perjalanan Banten, kemajuan itu terasa timpang. Di balik pembangunan fisik yang tampak megah, masih banyak masyarakat yang hidup jauh dari kesejahteraan. Pertanyaan yang patut diajukan: apakah layak kita merayakan “kemajuan” ketika rakyatnya masih berjuang untuk hidup layak di tanah kelahirannya sendiri?

Dua puluh lima tahun seharusnya cukup untuk melihat perubahan besar baik dari segi infrastruktur, ekonomi, sosial, maupun budaya. Namun kenyataannya, banyak persoalan krusial yang belum terselesaikan. Kemiskinan, ketimpangan, dan lapangan kerja yang terbatas masih menjadi wajah keseharian sebagian besar masyarakat. Di atas kertas, Banten mungkin tampak mengeliat untuk berkembang, tetapi di lapangan, perubahan itu belum benar-benar dirasakan secara merata.

Banten memang telah melakukan banyak pembangunan, tetapi kualitasnya perlu ditinjau ulang. Pendidikan, yang seharusnya menjadi kunci kemajuan, masih jauh dari harapan. Program pendidikan gratis yang pernah dijanjikan para pemimpin daerah hanya menjadi slogan politik saat kampanye. Janji-janji itu menguap begitu kekuasaan diraih, meninggalkan rakyat dalam realitas yang pahit: biaya pendidikan yang tinggi dan fasilitas yang tak memadai.

Banten kini menghadapi tantangan baru: pertumbuhan penduduk yang pesat, urbanisasi tanpa arah, dan ancaman ketimpangan sosial. Namun di balik itu, Banten juga menyimpan peluang besar seperti  letak strategis, potensi wisata, sumber daya alam, dan kekuatan budaya. Tantangan terbesar adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat bersama-sama mengelola potensi itu dengan cara yang berkelanjutan, tanpa meninggalkan rakyat kecil yang menjadi bagian dari sejarah berdirinya provinsi ini.

Dalam rentang seperempat abad ini, lahirlah generasi baru anak-anak yang tumbuh sebagai warga Banten yang tidak lagi mengenal masa Jawa Barat. Generasi ini seharusnya menjadi harapan baru dengan gagasan segar dan semangat perubahan. Namun, tanpa bekal sumber daya manusia yang memadai, mereka bisa saja tumbuh menjadi generasi yang kehilangan arah. Peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter menjadi kebutuhan mendesak agar generasi muda Banten tak hanya bangga sebagai orang Banten, tetapi juga mampu membawa tanahnya menuju kemajuan.

Selama 25 tahun, Banten telah membangun identitasnya sebagai daerah yang religius, berbudaya, dan bersejarah. Namun, kebudayaan tidak boleh berhenti pada seremonial dan simbol-simbol semata. Ia harus menjadi kekuatan yang menggerakkan masyarakat menuju keadaban dan kemajuan. Identitas budaya seharusnya hadir bukan hanya di panggung perayaan, tapi juga dalam cara kita berpikir, bekerja, dan memperjuangkan kesejahteraan bersama.

Dua puluh lima tahun adalah waktu yang cukup untuk bercermin. Banten telah berdiri tegak sebagai provinsi, tetapi belum sepenuhnya berdiri kokoh dalam kesejahteraan rakyatnya. Refleksi seperempat abad ini bukan sekadar peringatan, tetapi pengingat: bahwa kemajuan sejati tidak hanya diukur dari bangunan tinggi atau jalan lebar, melainkan dari seberapa bahagia dan sejahtera rakyat yang hidup di dalamnya.

Penulis : Nasyudin Rumi, seorang Aktivis, tokoh Pelajar Nahdlatul Ulama, sekarang menjabat sebagai Sekretaris PW IPNU Provinsi Banten (Orang Nomor 2 di PW IPNU Banten). Lahir dan besar di daerah Pesisir Banten Selatan. Beliau aktif dalam kegiatan sosial, menyuarakan ketidak adilan, isu-isu pendidikan dan keterpelajaran.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Pencemaran Lingkungan oleh PT Indocement, DLH Provinsi Jabar Turun ke Lapangan

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 101
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Cirebon, 8 Oktober 2025 pukul 15.53 WIB, Agung Sulistio selaku pimpinan redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia (SBI) menghadiri pertemuan penting bersama Ibu Yusdiany dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat beserta timnya. Kunjungan ini berlangsung di kediaman H. Mustani, tokoh masyarakat Desa Palimanan Barat Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Pertemuan itu merupakan respons cepat atas keluhan […]

  • Kolong Fly Over Pondok Kopi Dihias Lukisan Mural Warna-Warni, Biar Lebih Bagus!

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Muhamad Dekra
    • visibility 181
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta 22 Oktober 2025| Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pondok Kopi menghias jalur hijau kolong fly over Pondok Kopi, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Pembuatan mural dengan tema warna-warni ini merupakan bagian dari program penataan kawasan kolong tol/jembatan di Jakarta Timur. Lurah Pondok Kopi, M. Hardi Ananda, […]

  • Ketum GMOCT Agung Sulistio Apresiasi Putusan MK soal Uji Materi Pasal 8 UU Pers: Tegaskan Perlindungan Wartawan dan Cegah Kriminalisasi

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 133
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 20 Januari 2026| Agung Sulistio, selaku Ketua Umum Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT), Pimpinan Redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia (Kabarsbi.com), serta Ketua II DPP Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI), menyoroti secara serius hasil Putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan sebagian permohonan uji materi terhadap Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. […]

  • Hentikan Penahanan Ibu Menyusui! Polisi Jakarta Pusat Diduga Kuat Langgar Konstitusi

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 120
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta (GMOCT) 6 Agustus 2025| Ketua Komite Tetap Advokasi dan Perlindungan Hukum Perempuan dan Anak pada unit Pemberdayaan Perempuan dan Anak-KADIN Indonesia, Jurika Fratiwi, SH., SE., MM., menyatakan keprihatinannya yang amat mendalam atas tindakan Polres Jakarta Pusat yang menahan seorang ibu menyusui bersama bayinya yang baru berusia 9 bulan. Hal tersebut disampaikannya kepada media ini […]

  • Marak Peredaran Obat Keras Daftar G di Tangsel, KOMPI Jakarta Desak Kapolda Metro Jaya Bersih-Bersih

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 601
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta,5 Agustus 2025| Maraknya peredaran obat keras daftar G di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Selatan telah menjadi perhatian publik. Gelombang gerakan masyarakat pun tak terbendung lagi guna mendesak kepolisian, Pemerintah dan lembaga-lembaga kontrol lainnya ikut andil dalam pemberantasan. Aksi demo Koalisi Mahasiswa Pemuda Jakarta atau yang disingkat KOMPI bergerak mendukung tegaknya supremasi hukum terkhusus […]

  • Sirkuit Gelap Aset Negara: Barang Bekas Madura Diduga Jadi Muara Penampungan Tiang PLN & Kabel Optik Ilegal

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle M.Ifsudar
    • visibility 79
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bekasi, 7 Febuari 2026| Praktik jual beli aset infrastruktur publik berupa tiang listrik milik PLN dan tiang serta kabel serat optik (fiber optic) dalam kondisi terpotong-potong ditemukan marak terjadi di sejumlah pengepul barang bekas (loak) dijalan Kemang sari kecamatan pondok gede kota Bekasi . Mirisnya, aktivitas ini dilakukan secara terbuka tanpa pengawasan ketat dari pihak […]

expand_less