- account_circle Rls/Red
- calendar_month 12 hour ago
- visibility 10
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Kabupaten Bogor, 5 Mei 2026 | Curah hujan yang tinggi melanda kawasan Bogor kembali menelan korban. Seorang pengendara motor terjatuh dan mengalami luka-luka saat melintasi jembatan di jalur alternatif Jogjogan-Cisarua menuju Curug Cilember, pada Minggu, (3/5).
Kejadian ini buka yang pertama. Masyarakat dengan tegas menyatakan ini adalah bencana yang karena kelalaian. Jembatan yang seharusnya aman dilintasi oleh pengendara dibangun hanya dengan menggunakan plat baja polos, licin saat terkena air hujan, tanpa proses pengecoran maupun pemberian lapisan aspal sedikitpun. Saat hujan turun, permukaannya menjadi sangat licin bagaikan es terutama bagi kendaraan roda dua (sepeda motor), tidak ada tekstur pengaman, hanya lembaran besi yang berbahaya yang dipaksakan sebagai infrastruktur publik jalan penghubung antar Desa.
“Sudah puluhan orang jatuh di sini. Yang terakhir bahkan kakinya hampir putus karena tergelincir dan terbentur struktur besi,” ungkap Pak Surya, warga setempat yang telah menyaksikan berbagai peristiwa nahas. (03/04)
“Kami sudah lapor berkali-kali, tapi tidak ada tanggapan nyata. Seolah-olah nyawa kami tidak berharga!” tegasnya.
Kritikan tajam pun dilontarkan ke pihak berwenang. Bagaimana mungkin infrastruktur yang digunakan oleh ratusan orang setiap hari dibangun dengan standar yang buruk ? Apakah anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk perbaikan justru disalurkan ke tempat lain? Pemerintah dan Dinas terkait dinilai abai, bahkan seolah membiarkan jembatan ini tetap menjadi jebakan maut!.
Masyarakat menuntut perbaikan jembatan segera:
• Segera lakukan perombakan total dengan membangun permukaan yang aman, dicor dan di aspal sesuai standar keamanan jalan
• Berikan pertanggungjawaban atas kelalaian yang telah menimbulkan banyak korban yang terjatuh.
• Buat pengawasan ketat agar proyek infrastruktur tidak lagi dikerjakan dengan kualitas asal jadi.
“Kami tidak meminta kemewahan, hanya jalan yang layak untuk selamat sampai tujuan,” tegas salah satu perwakilan warga yang tidak mau menyebutkan inisialnya.
“Jika sampai ada korban jiwa lagi, pemerintahlah yang harus bertanggung jawab penuh,” tutupnya.
Kepala Desa Leuwimalang Bunyamin, saat di mintai tanggapannya oleh awak media atas insiden tersebut beliau mengatakan dan memberi harapan ada perbaikan pada jembatan tersebut.
“Jembatan tersebut merupakan sementara waktu, itu bantuan dari TNI, dan itu jalan Kabupaten yang menghubungkan antara Desa Jogjogan dan Desa Leuwimalang. kami sendiri inginnya segera dibangun yang permanen kang, semoga bantuan perbaikan dari pemerintah segera terealisasi kang,” ujar kepala Desa.
Kejadian ini kembali membuktikan bahwa masih banyak infrastruktur di daerah yang dibangun tanpa memperhatikan aspek keamanan dan kualitas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah maupun instansi terkait, awak media akan terus mengawal dan meminta pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera turun tangan.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Tim/Red






At the moment there is no comment