Viral Sekolah Reot, Dapur MBG Megah! ” Inikah Prioritas Pembangunan Pendidikan Indonesia?
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 2 hour ago
- visibility 5
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Labuhanbatu Utara, 7 Juni 2026 | Di tengah gencarnya promosi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai solusi mencetak generasi unggul, publik kembali dihadapkan pada kenyataan yang menyayat hati.
Viral di media sosial kondisi SDN 112329 Padang Nabidang, Kabupaten Labuhanbatu Utara, yang terlihat memprihatinkan. Ruang kelas rusak, plafon berlubang, bangunan lapuk, dan fasilitas belajar yang jauh dari kata layak menjadi pemandangan yang memunculkan tanda tanya besar di tengah rakyat.
Ironisnya, pada saat yang sama pemerintah begitu bangga menampilkan pembangunan berbagai fasilitas pendukung Program MBG yang berdiri megah dengan anggaran yang sangat besar.
“Pertanyaannya sederhana: Bagaimana mungkin negara berbicara tentang mencerdaskan anak bangsa jika banyak anak masih dipaksa belajar di bangunan yang nyaris roboh?
Makanan bergizi memang penting. Tetapi pendidikan yang layak juga sama pentingnya.
“Anak-anak tidak hanya membutuhkan isi perut yang cukup. Mereka juga membutuhkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan manusiawi. Apa gunanya program bernilai ratusan triliun rupiah jika masih ada sekolah yang kondisinya lebih mirip bangunan terlantar daripada tempat lahirnya generasi masa depan bangsa?
Pemandangan sekolah-sekolah rusak seperti ini seharusnya menjadi alarm keras bagi para pengambil kebijakan. Karena ukuran kemajuan bangsa bukan ditentukan oleh banyaknya seremoni, baliho, pidato, atau gedung-gedung baru yang dibangun pemerintah.
“Ukuran kemajuan bangsa terlihat dari bagaimana negara memperlakukan anak-anaknya. Ketika siswa harus belajar di ruang kelas yang rusak, atap bocor, dan fasilitas yang memprihatinkan, sementara anggaran negara terus mengalir untuk proyek-proyek besar yang dipromosikan secara masif, maka publik tentu berhak mempertanyakan arah prioritas pembangunan.
“Rakyat tidak menolak program untuk anak-anak. Rakyat hanya ingin memastikan bahwa setiap rupiah uang negara benar-benar digunakan secara seimbang, adil, dan menyentuh kebutuhan paling mendasar.
Sebab anak Indonesia tidak hanya butuh makan. Mereka juga butuh sekolah yang layak. Mereka butuh meja belajar yang baik. Mereka butuh ruang kelas yang aman. Dan mereka butuh pemerintah yang mampu melihat bahwa masa depan bangsa dibangun bukan hanya dari dapur, tetapi juga dari ruang-ruang kelas yang hari ini masih menunggu perhatian.
Karena bagi rakyat, pemandangan sekolah reot di tengah gegap gempita proyek-proyek raksasa bukanlah simbol kemajuan. Melainkan pengingat bahwa masih ada pekerjaan rumah besar yang belum diselesaikan oleh negara.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Tim/Red



At the moment there is no comment