Breaking News
light_mode
Home » Info Publik » Dua Dirjen Mundur, Matahukum: Gaya Kerja Menteri KemenPKP Bikin Stres

Dua Dirjen Mundur, Matahukum: Gaya Kerja Menteri KemenPKP Bikin Stres

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month 10 hour ago
  • visibility 3
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 27 April 2026 | Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir, memberikan komentar pedas dan pandangan tajam menyikapi kabar mundurnya dua direktur jenderal di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP). Menurutnya, apa yang terjadi adalah bukti nyata kegagalan manajemen kepemimpinan yang parah, di mana gaya kerja atasan justru menyiksa dan membuat stres seluruh jajaran di bawahnya.

“Informasi yang kami himpun dari sumber internal sangat jelas dan mengerikan. Banyak anak buahnya yang mengalami tekanan mental luar biasa karena dipaksa bekerja di malam hari, diajak begadang, dan harus menyesuaikan ritme kerja yang tidak manusiawi. Padahal mereka adalah Pegawai Negeri Sipil yang memiliki hak istirahat dan jam kerja yang jelas,” ujar Mukhsin dengan nada tegas lewat pernyataanya, Senin (27/4/2026).

Ia menegaskan, memaksakan seluruh birokrasi untuk bekerja hingga dini hari hanya demi mengikuti kebiasaan pribadi sang menteri bukanlah tanda kerja keras, melainkan tanda ketidakmampuan mengatur waktu dan manajemen yang buruk.

“Kerja sering malam dan memaksa orang lain ikut begadang itu tidak sehat. Ini bukan soal dedikasi, tapi soal kewarasan. Kalau sampai banyak pejabat tinggi yang stres dan akhirnya memilih mundur, itu artinya sistem yang dibangun sudah hancur dan tidak bisa ditoleransi lagi,” tambahnya.

Lebih jauh, Mukhsin Nasir menilai bahwa situasi di mana seorang pemimpin ditinggal oleh pasukannya satu per satu adalah tamparan keras yang sangat memalukan. Ia menyarankan agar Menteri Maruarar Sirait mengambil langkah bijak sebelum terlambat.

“Kepada Pak Maruarar Sirait, saya sarankan, lebih baik mundurkan diri sendiri dengan hormat daripada nanti harus dicopot secara tidak hormat oleh Presiden Prabowo Subianto. Malu rasanya seorang menteri negara ditinggal pembantunya karena tidak betah, tidak nyaman, dan merasa tersiksa. Itu bukti nyata bahwa kepemimpinannya gagal total,” tegasnya.

“Mundurnya dua Dirjen sekaligus ini adalah tamparan keras yang tidak bisa dibantah lagi. Publik melihat jelas bahwa ada masalah serius di sana. Jangan sampai target besar seperti 3 juta rumah ikut hancur hanya karena gaya kepemimpinan yang aneh dan membingungkan,” pungkas Mukhsin Nasir.

Kabar pengunduran diri dua pejabat tinggi ini memang tengah membuat gempar banyak kalangan, apalagi terjadi di tengah upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang sedang “tancap gas” mengejar target ambisius program 3 juta rumah.

Dua nama yang santer dikabarkan pamit undur diri tersebut adalah Dr. Aziz Andriansyah, selaku Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko, serta Dr. Imran, MSc., yang menjabat sebagai Dirjen Perumahan Desa/Perdesaan.

Jurnalis senior, Hersubeno Arief, membeberkan bahwa informasi mengenai rencana pengunduran diri kedua pejabat ini sudah beredar luas sejak Jumat (24/4/2026) malam melalui berbagai grup WhatsApp, namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak kementerian.

“Kabar yang beredar Jumat malam itu sampai sekarang masih jadi rumor politik yang sangat seru. Namun sejauh ini belum ada penjelasan resmi dari Kementerian PKP,” kata Hersubeno dikutip dalam kanal YouTube Hersubeno Point, Senin (27/4/2026).

Saat ditanya mengenai penyebabnya, seorang pejabat di lingkungan KemenPKP memberikan jawaban singkat namun mencengangkan bahwa banyak yang merasa stres di bawah kepemimpinan Maruarar Sirait.

Menurut Hersubeno, gaya kepemimpinan Menteri yang akrab disapa Ara ini dinilai one man show dan sering membingungkan bawahannya. Salah satu kebiasaan yang menjadi sorotan utama adalah pola jam kerjanya yang tidak lazim.

“Dia sering masuk kantor pada sore hari dan bisa bertahan di sana sampai dini hari. Kalau informasinya benar seperti itu, bagaimana mungkin para pegawai negeri bisa mengikuti ritme kerja yang tidak wajar tersebut?” ungkapnya menjelaskan sumber tekanan yang dirasakan para staf.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Babinsa Koramil 07/Cikarang Dukung Penertiban Pedagang Pasar Tumpah di Area SGC

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 103
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id- Bekasi – Dalam rangka mendukung program Pemkab Bekasi, Babinsa Koramil 07/Cikarang melaksanakan pendampingan kegiatan penertiban pedagang di area Pasar Tumpah Sentral Grosir Cikarang (SGC), Jumat dini hari (20/6/2025). Kegiatan berlangsung sejak pukul 04.00 WIB di kawasan persimpangan lampu merah Jalan RE. Martadinata No. 59, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.   Penertiban […]

  • Polisi Pastikan Penanganan Profesional Kasus Dugaan Pemukulan Wartawan di Cileungsi

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 230
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jawa Barat, 24 Januari 2026| Polres Bogor menegaskan komitmennya untuk menangani secara profesional dan transparan kasus dugaan pemukulan terhadap seorang wartawan yang terjadi di lingkungan SKPT Polsek Cileungsi. Setiap laporan masyarakat, termasuk yang menyangkut insan pers, dipastikan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol.Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menyampaikan bahwa proses […]

  • KIM Kabupaten Bekasi Laporkan Dugaan Penjualan Aset Daerah ke Kejari

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle HUSEN
    • visibility 167
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Bekasi, 6 Januari 2026| Korps Indonesia Muda (KIM) Kabupaten Bekasi secara resmi melayangkan surat laporan kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi terkait dugaan penjualan aset milik daerah yang diduga dilakukan oleh oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial AM dari Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (DIKBUDPORA) Kabupaten Bekasi. Selasa (06/01/2026). Surat laporan tersebut turut ditembuskan kepada […]

  • UMKM Kuala Tanjung Berterima Kasih Atas Dilibatkan Dalam Kunjungan Kapal Pesiar MV Star Voyager

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 116
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kuala Tanjung, 1 Juni 2025|Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kuala Tanjung menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk turut serta dalam menyambut kedatangan kapal pesiar MV Star Voyager yang bersandar di Pelabuhan Pelindo Regional 1 Kuala Tanjung pada kedua kali nya 01 Juni 2025. Sebanyak kurang lebih […]

  • Pemprov Sumut Fasilitasi Aplikator dan Driver Ojol Sepakati Tarif, Pastikan Perlindungan Driver dan Pola Kemitraan yang Adil dan Transparan

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Dinas perhubungan Sumut
    • visibility 92
    • 0Comment

      Tegarnews.co.id – Medan | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memfasilitasi pertemuan perusahaan Aplikasi dan Driver, serta menyepakati besaran tarif atau biaya jasa yang akan diatur dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Tentang Pelaksanaan Pengawasan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor untuk Kepentingan Masyarakat Berbasis Aplikasi. Langkah ini diambil setelah banyak keluhan dari para driver ojol yang disampaikan […]

  • Pemuda Jaktim Juara Boxing Gladiator, Phalle dari Arena Tawuran ke Arena Ring Tinju “Stop Tawuran di Jaktim”

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Muhamad Dekra
    • visibility 972
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Jakarta, 28 Oktober 2025| Jakarta Timur Stigma negatif melekat pada diri Rivai Anwar atau dikenal dengan nama Phalle ketika dulu kerap turun di arena tawuran. Seiring waktu, pria berusia 30 tahun itu mengubah pandangan masyarakat dengan trofi juara di arena Boxing Gladiator. Adu jotos di jalanan berubah menjadi duel profesional di ring tinju. Hasilnya Phalle […]

expand_less