Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Ironi Swasembada Pangan: Petani Ciamis Dipersulit Beli Pupuk, Menteri Pertanian Didesak Turun Tangan

Ironi Swasembada Pangan: Petani Ciamis Dipersulit Beli Pupuk, Menteri Pertanian Didesak Turun Tangan

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month 0 minute ago
  • visibility 1
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Ciamis, 15 April 2026 | Suara keras datang dari akar rumput sektor pertanian. Bono Suwarno, seorang anak petani asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi distribusi pupuk yang dinilai semakin menyulitkan petani kecil. Ia mendesak Menteri Pertanian untuk segera turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke wilayah tersebut.

Menurut Bono, realita di lapangan jauh dari narasi swasembada pangan yang kerap digaungkan pemerintah. Petani di Ciamis justru menghadapi kesulitan mendasar, yakni memperoleh pupuk bersubsidi meskipun telah memenuhi syarat administratif seperti membawa KTP. Kondisi ini dinilai sangat ironis dan mencederai semangat kemandirian pangan nasional.

“Katanya mau swasembada pangan, tapi untuk beli pupuk saja petani dipersulit. Kami sudah bawa KTP, tapi tetap saja tidak mudah mendapatkannya,” ujar Bono dengan nada kecewa. Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya dialaminya, tetapi juga dirasakan oleh banyak petani lain di daerah tersebut.

Keluhan ini membuka dugaan adanya masalah serius dalam rantai distribusi pupuk bersubsidi, mulai dari mekanisme penyaluran hingga potensi penyimpangan di tingkat lapangan. Jika tidak segera ditangani, hal ini berpotensi menghambat produktivitas pertanian dan memperparah kesejahteraan petani kecil.

Bono juga menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi pupuk, termasuk transparansi data penerima dan pengawasan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam penyaluran. Ia berharap pemerintah tidak hanya berhenti pada kebijakan di atas kertas, tetapi benar-benar memastikan implementasinya tepat sasaran.

Seruan untuk sidak kepada Menteri Pertanian bukan tanpa alasan. Kehadiran langsung pemerintah pusat dinilai penting untuk melihat kondisi riil di lapangan sekaligus memutus mata rantai persoalan yang selama ini dikeluhkan petani. Langkah tegas diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan petani terhadap program pemerintah.

Di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan produksi pangan yang tinggi, petani seharusnya mendapatkan kemudahan, bukan hambatan. Apa yang terjadi di Ciamis menjadi alarm keras bahwa masih ada persoalan mendasar yang harus segera dibenahi agar cita-cita swasembada pangan tidak hanya menjadi slogan, melainkan kenyataan yang berpihak pada petani.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tembus 26 Juta Pelangan, Pegadaian Terus Perkuat Layanan Lewat Program “Badai Emas”

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 42
    • 0Comment

    Tegarnews.co id-Jakarta, 22 Januari 2026| PT Pegadaian terus memperkuat transformasi layanan dengan menghadirkan kemudahan transaksi bagi masyarakat. Upaya tersebut berkontribusi terhadap pertumbuhan jumlah nasabah yang kini mencapai sekitar 26 juta orang di seluruh Indonesia, seiring meningkatnya minat masyarakat bertransaksi dan berinvestasi emas secara praktis Salah satu bentuk kemudahan yang ditawarkan Pegadaian adalah melalui program Badai […]

  • KH Dade Asyadurofik Minta Warga Tenang dan Percayakan Pada Kapolri

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 77
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta,1 September 2025| Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas Raudhatul Uluum Subang, Jawa Barat, KH Dade Asyadurofik mengajak masyarakat untuk menahan diri, menjaga ketenangan, dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah persatuan bangsa. Ia menyoroti maraknya aksi unjuk rasa yang berujung anarkis di sejumlah daerah Menurut Kiai Dade dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu, […]

  • 9.035 Personel Dikerahkan Untuk Amankan HUT Ke 80 Tahun, Republik Indonesia

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 199
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 16 Agustus 2025| Kepolisian Negara Republik Indonesia menurunkan 9.035 personel dalam Operasi Merdeka Jaya 2025 guna mengamankan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8). Acara tersebut diperkirakan akan dihadiri sekitar 400 ribu masyarakat di sejumlah titik utama Ibu Kota, seperti Monas, Istana Negara, dan sekitarnya. Kakorlantas Polri Irjen Agus […]

  • Panen Raya Jagung, Kapolri Salurkan Alsintan dan Sembako untuk Kelompok Tani dan Masyarakat di Bekasi

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 114
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Bekasi, 9 Januari 2026| Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani dalam rangkaian kegiatan panen raya jagung serentak kuartal IV yang digelar di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Total sebanyak empat unit alsintan diserahkan kepada kelompok tani penerima manfaat. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Kampung Tembong Gunung, Desa […]

  • Kobarkan Semangat Nasionalisme, Kodim 0509/Kabupaten Bekasi Gelar Upacara Bendera di Komplek Pemda

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 331
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi – Dalam rangka memperkuat semangat nasionalisme dan jiwa kedisiplinan prajurit, Komando Distrik Militer (Kodim) 0509/Kabupaten Bekasi menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih pada Senin pagi (7 Juli 2025). Kegiatan berlangsung di Lapangan Makodim 0509 yang terletak di Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat.   Upacara ini diikuti oleh […]

  • Sorotan Publik: Dugaan Mar-Up Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh, Tak Bisa Diabaikan

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 349
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 27 Oktober 2025| Dugaan mark-up dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau kini dikenal sebagai Whoosh menjadi sorotan publik dan tak bisa diabaikan. Makanya, lembaga think tank Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah penyelidikan, meski tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Direktur Eksekutif CISA Herry Mendrofa […]

expand_less